Skip navigation

Dua tahun dan sembilan puluh sembilan hari

Untuk apakah engkau-engkau alirkan uang tiga puluh enam milyar rupiah itu ?

Untuk tembok-tembok beku dan ornamen yang kau kira indah di matamu sajakah?

Dan kau pikir Tuhanmu akan senang karena kau mempersembahkan yang indah-indah untukNya?

Dan iblis pun membisikkan kebusukan di telingamu “ah, aku bisa menambah kegangungan Tuhanku..”

Apakah tembok batu itu bisa merasakan PEDIH?
Apakah tembok batu dan ornamen itu mampu merasakan PERIH?

Manakah yang harusnya didahulukan, mendirikan tembok yang agung dan megah, atau memberdayakan ummat?

Sungguh keterlaluan. Di saat banyak wanita mencari nafkah dengan cara nista, ada orang-orang yang menduduki jabatan tak berhati dan bercita-cita untuk mengagungkan benda mati.

Wanita mana yang sesungguhnya mau bernista diri? Tidak ada. Tanyakan pada para ibu sekalian. Pasti jawabnya: tak ada.

Dan….

Apakah kalian pikir, dengan mengagungkan tembok batu itu bisa menambah kekayaan ALLAH YANG MAHA KAYA?

Kemanakah imanmu?

Kalian manusia-manusia tidak akan bisa sekalipun menambah atau mengurangi KEMAHA KAYAAN ALLAH.

Betapa perihnya menjadi orang nista ditengah kesombongan tembok batu buatan manusia salah kaprah.
Orang-orang muda yang berotak terdiam tak berpikir

hatinya ikut beku bersama tua-tua bangka yang hatinya secuil-secuil goyah dan rontok.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: