Skip navigation

Lagi-lagi ada televisi swasta yang menayangkan acara dengan bentuk detektif perselingkuhan. Pertunjukkan emosional adalah salah satu yang dijual di acara itu. Siapa produsernya? Ya, inisialnya HY. Dalam hati saya mengutuk orang ini sebagai penjahat publik ketika dia memproduksi acara macam ini satu kali lagi untuk stasiun tv yang berbeda.

Acara ditayangkan sore hari. Ditonton remaja dan anak kecil adalah hal yang sangat mungkin.

Mau apa sih sebenernya mereka-mereka ini, para begundal penjual tontonan sampah? Mereka benar-benar bertingkah layaknya para preman dunia hiburan, kalau begini caranya.

Mungkin ada yang komentar: “alaaah, gitu aja dikomentarin. Kalau ga suka ya ga usah nonton.”

Oke ini alasan saya untuk tidak menyenangi acara model begini:

  1. Acara ini berpotensi ditonton anak kecil dan abg, yang mungkin saja kurang pengasuhan dan miskin pembentukan karakter. Apa ada anak-anak model begini? Liat aja geng Nero, anak-anak ingusan yang miskin pengasuhan dan miskin pembentukan karakter yang matang dan normal.
  2. Acara seperti ini mempertunjukkan bagaimana penyaluran emosi negatif dengan menjadi pemberang. Emosi yang ekstrim justru inilah yang justru diinginkan oleh produser dan pengarah (director, atau sutradara)… agar seru dan menjual.
  3. Acara seperti ini memberikan contoh kehidupan justru dari hal yang negatifnya. Mudahnya mungkin seperti ini: seorang anak diajarkan untuk memilih telur yang baik… tapi yang dia hanya ditunjuki inilah telur yang busuk, jangan dipilih, sedangkan telur yang segar justru begitu miskinnya disampaikan.

Produser dan para pembelanya merasa alasan ini masih kurang? Belajar saja sanalah. Datangi perpustakaan umum bila tak sanggup beli buku, atau merasa lebih baik beli rokok dan dugem daripada beli dan baca buku.

Bangsa kita belum begitu matang, terus terang saja. Pemilihan bupati dan gubernur secara langsung pun masih saja bentrok massa, entah berapa persen proporsi pemilihan yang damai dan yang rusuh. Menyedihkan. Eh, pantesan ada acara kayak beginian yang dibuat oleh para preman dunia hiburan.

Ada sih acara yang mendidik, tapi jadinya malah jatohnya sok ngajarin, jadi males deh nontonnya.

Biasanya para begundal dunia hiburan ini malah bertanya, “kalau begitu tunjukkanlah pada kami, acara seperti apa yang baik dan menghibur.”

Beuh! Buat apa mereka menggaji dan membayar orang kreatif kalo memang tidak kreatif? Pecatin saja! Mereka ga ada kerjaannya kali.

Mau tayangin acara kayak gini karena ada pemirsanya? Silahkan, tapi tanyangkan pada saat orang dewasa masih melek dan para anak kecil serta abg sibuk bikin PR (semoga) atau tidur.

Kreatif. kata Kreatif (dengan huruf K kapital) yang sudah kering, mungkin.

Pekerja kreatif dan seni hiburan berpenghasilan ketika mereka kreatif dan mampu berkreasi dengan baik. Kalau cuma bikin contekan, sampah, mengotori ruang publik… mereka pantasnya dipecat oleh publik juga, dengan cara menyampaikan protes lewat tulisan, lisan, dengan cara yang baik tentunya. Jangan sampai cara-cara tidak baik dibalas dengan cara yang lebih tidak baik.

Masih banyak diluar sana orang kreatif yang belum dapat proyek atau kerja.

Mood lagi gak bagus nih, gara-gara tayangan sampah. Udah dulu ah, bisa-bisa lama-lama aku nulis kata-kata makian di sini.

Salam.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: